ANALISA JENIS TULISAN FIKSI DAN NONFIKSI



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Fiksi adalah suatu karya sastra yang mengungkap realitas kehidupan sehingga mampu mengembangkan daya imajinasi, sedangkan non fiksi adalah karya sastra yang dibuat berdasarkan data – data yang otentik saja, tapi bisa juga data itu dikembangkan menurut imajinasi penulis. Kemudian karya fiksi dan nonfiksi di bagi menjadi beberapa jenis tulisan beserta fungsi-fungsinya. untuk pemula terkadang masih mengalami kesulitan dalam membuat karya baik itu fiksi maupun nonfiksi, untuk itu di butuhkan beberapa kiat-kiat yang dapat membantu dalam penulisan. Maka dari itu kami menyusun makalah ini dengan judul Analisa Jenis-Jenis Tulisan Fiksi dan Nonfiksi serta Kiat-Kiat Bagi Pemula, dengan maksud dan tujuan agar mempermudah penulis pemula dalam memahami jenis-jenis tulisan untuk kemudian dapat menuliskannya sendiri.

Bapak dan Puntung Asmara



jelas sekali terpaut plang peringatan di ambang pintu
tapi bapak merangsek memaksa memasuki
menyingkirkan plang seolah tak pernah ada
berlenggang santai bapak berkelana menyusuri lorong-lorong penuh kenikmatan
terlena sesaat terlupa pada kami
yang teronggok mendiamkan diri sebelum dinding tirani
tak sesekali kami meneriaki
namun bapak tetap bergeming mencumbu sudut-sudut penuh rayu bidadari
akhirnya kami kembali, membiarkan bapak asyik sendiri
bergumul mesra menggoda sari-sari yang menyesaki
ah, bapak. Tak taukah, itu asmara tuk pelarian tak abadi
yang akhirnya akan membinasakan tanpa empati

Sariawan



Ronamu menganga merah saga
Terkadang berawan  putih mengambang samudera
Satu tempat kau berdiam menekur lara
Di satu sisi dinding ruang ambang suara
Pelabuhan,  jalan menuju lembah sampah kenikmatan
 juga jalan para penyambung kehidupan
saat pelabuhan mulai ramai kedatangan para hadirin
engkau muntahkan siksa tiada tara
Sakit menjerit tak menjera
Datangmu tak ku nantikan
binasamu ku harapkan

Di Bis Kota



Mendesir halus bergoyang kiri kanan
Pohon-pohon berjajar mengucap selamat jalan
Lalu lalang kawannya bersalipan
Aku duduk merebah dekat jendela
Mata jelalatan memandang semesta
Permadani hijau menghampar nan luas
Sungguh elok lukisan Pencipta
Hati terkagum terucap syukur
Sekali kondektur membisik sesuatu
“pacitan” ,,
ku tiup rupiah dalam saku
kondektur mengangguk lalu berlalu