Apa yang sudah kupersembahkan untuk Negaraku?






Setelah ku pikir-pikir, di usiaku yang semakin beranjak ini aku belum bisa memberikan apa-apa yang berarti untuk negaraku, tapi negaraku sudah memberikan banyak hal kepadaku. Tempatku berteduh, keamanan, jaminan hidup dan semuanya, sehingga aku benar-benar merasa sebagai warga dunia. Aku belum bisa memberikan apa-apa yang bisa membuat negaraku bangga, kerjaanku hanya menuntut dan menuntut, mengkritik para awak yang telah bekerja demikian keras dikursi parlemen. Ketika aku duduk manis di bangku sekolah, menikmati ilmu-ilmu yang diberikan guru, para awak negaraku sedang berpikir keras, berdebat, tak jarang stres menghampiri karena memikirkan negara yang begitu luas dengan manusia yang begitu melimpahnya. Para awak itu berusaha membuat manusia di negara ini merasa senang, di ayomi, hidup tenteram aman dan sejahtera. Berusaha mewujudkan janji-janji manisnya ketika musim kampanye dulu. Setiap detik hanya negara-negara-dan-negara. Ketika malam hari aku asyik tidur nyenyak dipelukan hangat ibu, para awak negaraku sedang mematut didepan komputer dengan segala data-data yang tentu saja takkan mungkin kumengerti, tak jarang dahinya berkerut, sepasang mata berbingkai kaca matanya semakin terasa panas karena semenjak tadi belumlah istirahat.

Negaraku adalah negara yang elok, kekayaan alam melimpah dimana-mana. Bahasa daerah berjumlah 200-an tersebar kesegala penjuru, belum lagi segala budaya yang luar biasa banyaknya, tak ada negara lain yang dapat menandingi kekayaan negaraku. Segala sesuatu dapat tumbuh dengan subur di negaraku. Selain itu terdapat peninggalan-peninggalan sejarah yang sebagian besar berkumpul di negaraku, hal itu menjadi sasaran penelitan warga asing yang hobi dengan sejarah. Negaraku memang luar biasa. Kami hidup damai berdampingan dengan segala perbedaan itu. Kami memenag berbeda, namun kami adalah satu. Bahasa indonesia yang sudah dinobatkan menjadi bahasa nasional menjadi sarana mempersatukan perbedaan itu.

Begitu banyaknya yang sudah negara persembahkan untukku, namun apa yang dapat kupersembahkan untuk negaraku? Aku belum bisa mempersembahkan apa-apa untuk negaraku, bahkan ucapanku pun belum mampu berbuat yang membuat bangga negaraku. Bahkan terkadang aku masih membanding-bandingkan negaraku dengan negara lain yang lebih modern, namun ku sadari negaraku memang yang paling elok. Segala ketimpangan, penderitaan, kekacauan yang marak terjadi dinegaraku ini kupikir karena para penghuni itu terutama para awak negara yang sebagian sering khilaf, belum tahu maknanya bersyukur, terlalu berbaik hati dan menerima apa adanya. Sehingga kekayaan negaraku justru banyak digerus dan dicuri oleh negara lain. 

Namun, sekali lagi jelaskan, negaraku adalah negara yang paling kaya, elok dan rupawan. hanya saja sistem yang berlaku belum memaksimalkan dan mempergunakan keelokan dan kekayaan itu. bagaimanapun, bukan salah negara, negara hanya wadah. dan aku sangat bangga padanya. 
Negara itu bernama Indonesia.