Apa yang sudah kupersembahkan untuk Negaraku?






Setelah ku pikir-pikir, di usiaku yang semakin beranjak ini aku belum bisa memberikan apa-apa yang berarti untuk negaraku, tapi negaraku sudah memberikan banyak hal kepadaku. Tempatku berteduh, keamanan, jaminan hidup dan semuanya, sehingga aku benar-benar merasa sebagai warga dunia. Aku belum bisa memberikan apa-apa yang bisa membuat negaraku bangga, kerjaanku hanya menuntut dan menuntut, mengkritik para awak yang telah bekerja demikian keras dikursi parlemen. Ketika aku duduk manis di bangku sekolah, menikmati ilmu-ilmu yang diberikan guru, para awak negaraku sedang berpikir keras, berdebat, tak jarang stres menghampiri karena memikirkan negara yang begitu luas dengan manusia yang begitu melimpahnya. Para awak itu berusaha membuat manusia di negara ini merasa senang, di ayomi, hidup tenteram aman dan sejahtera. Berusaha mewujudkan janji-janji manisnya ketika musim kampanye dulu. Setiap detik hanya negara-negara-dan-negara. Ketika malam hari aku asyik tidur nyenyak dipelukan hangat ibu, para awak negaraku sedang mematut didepan komputer dengan segala data-data yang tentu saja takkan mungkin kumengerti, tak jarang dahinya berkerut, sepasang mata berbingkai kaca matanya semakin terasa panas karena semenjak tadi belumlah istirahat.