SEPOTONG ASA



Di waktu itu, ketika harapan tlah memudar
Tak ada lagi asa yang bersemayam
Hanya rutuk bersenandung dalam hati
Langkah telah melesu, namun ku coba merangkak
Mencari puing-puing yang masih tersisa di ujung penghabisan
Puing-puing yang kiranya dapat ku masuki
Lalu ku renda lagi harapan-harapan yang tlah pupus
Mendebar rasaku menunggu dan mencari,
setelah tusuk patah yang menusukku di waktu kemarin
hanya diam yang mampu melukiskannya.
Akhirnya, di sisa waktu terakhir, di saat semua tlah pada jalan masing2
Tuhan tunjukkan aku jalan itu
Jalan yang lalu ku tapaki selangkah demi selangkah
Ku tepis hebat keraguan yang merajai kalbu
Serta ketakutan yang masih tersisa di antara pecahan puing-puing berserakan