Sweet Memory's


Semburat merah cahaya pagi tlah terbentang menaungi  ufuk timur, menandakan sang mentari akan segera hadir untuk menghangatkan alam yang beku sisa semalam. “selamat pagi dunia, hari ini engkau milikku” semangat ku starter sepeda motor matic kesayanganku. Mengenakan seragam
prakerin merah menyala seolah menggambarkan hatiku pagi ini. Aku mulai jalan perlahan menyusuri jalanan yang mulai ramai oleh lalu-lalang kendaraan. Di belakangku mengikuti dita dan mei yang berboncengan. This day it’s special day. Nggak tau kenapa, itu yang kurasakan saat ini.  Karena hari ini, hari pertama aku PKL {Praktek kerja lapangan}. Itu berlaku wajib bagi anak SMK kelas  2 sepertiku, aku merasa sudah tak sabar lagi. Hari-hariku  4 bulan  kedepan akan terbebas dari segala hal yang berhubungan dengan pelajaran yang memusingkan. dan satu lagi, aku sangat  penasaran ingin merasakan bagaimana susahnya kerja cari uang dengan keringat sendiri di jaman yang serba susah ini        Setelah teman-teman di depan smeza mart. Itu sebuah supermarket mini yang di punya sekolahku, hebatkan ya??. Kami mendapat intruksi dari pembimbing kami untuk kekantor yang letaknya di jalan batoro katong, di situ acara penyerahan siswa yang Prakerin kepada pihak perusahaan. Waktu itu dibutuhkan kesabaran ekstra, karena kenapa?? Karena nunggu lama banget. Kami di persilakan duduk di ruang tamu. Ketika hari menjelang siang, Pembina kami baru datang. Agak ngelus dada lega. Ternyata eh ternyata, direkturnya gokil banget, suasana yang tadinya panas jadi agak sejuk.
Sehabis urusan di kantor selesai, 10 anak termasuk aku di ajak ke supermarket tempat kami prakerin nanti. Karena yang 2 anak di tempatkan di surya kosmetik. Sampai di sana, oh my God. Oh gini ya dalamnya supermarket itu, dalam maksudnya bagian gudang dan kantornya gitu. Asli masih bingung dan asing banget. Kami di kenalin sama beberapa pramuniaga dan petugas penerimaan barang yang akhirnya ku tau namanya mbak Era sama mbk Ida. Hari itu kami nggak langsung masuk kerja, baru mulai besoknya. Asyiikk … dalam hati bersorak. Pulangnya kami mampir dulu di tempat mie ayamnya pak Teguh, yummy… .
                19 juli 2011 hari pertama prakerin.
Asliii …. Bingung mau ngapain. Tapi untungnya mas Hanafi, pramuniaga pertama yang ku kenal. Berbaik hati nyuruh-nyuruh aku. Jadi nggak bingung lagi. Kami terbagi atas 2 shift, pagi dan siang. Dan kebetulan aku hari itu kebagian shift siang, jadi panasnya terasa. Hari itu belum kenal siapa-siapa. Aku merasa semua wajah pramuniaganya sama. Walaupun sudah kenalan, tapi sering lupa karena banyak dan masih bingung. Tapi lama-lama hafal juga.
Hari pertama  tak kan terlupakan, kenapa?? Pulang kerja malam, rasanya aneh banget. Kaki pegal-pegal semua, paginya bangun badan rasanya remuk tak berbentuk. prihatin sekali sama tubuhku, baru satu hari aja kayak gini. Apalagi 4 bulan. Waktu itu aku jalan sempat seperti orang pincang, karena kakiku rasanya sakit banget buat jalan. Aduuhh … sabar aja ya. Ikhlas .. ikhlas …
“Sesuatu yang di lakukan dengan senang hati dan ikhlas, pasti akan merasa waktu begitu cepat berlalu”
Ternyata ada benarnya juga kata-kata pepatah yang sering kudengar itu. Hari-hari begitu cepat berlalu. Tak terasa sudah seminggu aku menghabiskan waktu di tempat prakerin ini. Ternyata orang-orangnya asyik-asyik walau terkadang ada yang nyebelin.
Kenangan yang tak terlupakan, salah satunya sama pak Hasan, salah seorang karyawan surya termasuk senior. Aku dan dita menimbang gula, sedangkan pak Hasan menimbang telur. Siang-siang sambil dengerin tembang-tembang kenangan yang di atas puncaknya ketika aku belum lahir. Terus pak hasan cerita-cerita, kadang juga menasehati. Uuiiich … kalo teringat jadi kangen.
Selain belajar kerja di tokonya, aku juga sering di suruh bantuin mbak Lutfi rekap data di kantor. Senangnya, jadi gak seperti pramuniaga tulen. Hehe…  kadang juga berkhayal, kalau di suruh kerja di surya suatu saat nanti. Kalu boleh milih nih ya, aku pengen kerja di bagian kantornya saja yaa. Ngarep banget yaa…. Nggak apa-apalah.
Agustus 2011 bulan ramadhan.
Puasa-puasa di tempat kerja. Godaannya banyaaaaaaakkk banget. Cuma bisa ngelus dada. Bukan karena tergoda makanannya, tapi emosi yang tak jarang pengen meledak kayak merapi  di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Bulan puasa ini, aku lebih sering kebagian nunggu stand Gita {makanan ringan ons-ons’an}. Pertengahan agustus, menjelang lebaran, ketika THR sudah mulai keluar bagi para pegawai. Stand Gita pun setiap hari ramai. Karena yang ngurus lebih sering aku dan dita, terus ibu-ibunya yang beli banyak banget. Ada yang bawel, ada yang baik, ada yang rela antri, ada juga yang nggak sabaran.
“mbak, makroni 2 ons”
“mbak, stik balado 1 kilo berapa?”
“mbak twis-twis harganya berapa?”
“nastar saya tadi mana mbak?”
“kripik singkong 1 ons ya”
“mbk, boleh ngicipin?”
Itulah kata-kata yang senantiasa berseliweran datang dan pergi oh begitu saja. Itu mah lagunya Letto ya. Nah, di stand ini lah emosi saya sering terpancing. Sabaaaaarrrr …..
                Saking seringnya aku dan dita ngurus stand Gita ini, sampai-sampai di julukin pawangnya Gita. Hahahhaha…  suka …. suka. Barcode makanannya pun banyak yang hafal karena setiap hari berkutat dengan angka-angka tersebut.
                Oktober 2011
                Tak terasa, agustus dan September telah berlalu tanpa kusadari. Sekarang sudah minggu pertama di bulan oktober. Wah..wah.. bentar lagi aku sweet seventeen. Serunya lagi, ternyata okvi, salah satu temanku juga ultah di tanggal yang sama denganku. Moga teman-temanku nggak ada yang bertingkah aneh-aneh nanti.
Oktober 2011
13 oktober, ada yang tau hari apa?? Hanya aku yang tahu. Bener dugaanku, bersyukurlah teman-temanku nggak ada yang bersikap aneh. Kecuali DITAAAAA …. Awas kamu yaaaa ….
                Haduuwwwhhh … suabar aja dah. Dari pagi sebenarnya aku udah mencium gelagat yang tidak baik, bikin emosiku naik teruuss … sampai stadium 4. Siangnya apalagi, tambah keterlaluan. Pake acara nyita hapeku lah, terus setelah itu ada pertunjukan acting segala lah, tempatnya digudang susu. Gubrakkk …
                Bener aja, ternyata dita skongkol sama mas Jjong, salah satu pramuniaga. Tiba-tiba ada yang masuk bawa kue tart, kirain mau disuruh makan ternyata malah krimnya di olesin ke wajah. Udah puas kan …?? Pulangnya jadi maniss … makasih-makasih … kenangan terindah di hari sweet seventeenku ini. Jadi pengen ngakak kalau ingat waktu itu.