^Saranghae Yeppa^



“Aaaarrrggghhh …. Yesung oppa….” Teriak Aya histeris melihat majalah yang terpampang di etalase toko bergambarkan artis hallyu kesayangannya, siapa lagi kalau bukan Kim Jong Woon atau nama bekennya Yesung, salah satu member boyband korea “Super Junior”.

Semua orang yang ada ditoko tersebut lantas menoleh kearahnya, geleng-geleng kepala. Maklum sekali kalau sekarang di Indonesia lagi gencar-gencarnya demam korea, mulai dari Dramanya, boy&girl band, fashion, dan semua yang berasal dari negeri gingseng tersebut.
“oh iya, ini majalah baru datang tadi pagi loh mbak. Ada berita artis-artis korea, katanya Hyun Bin ikut wamil, terus Kim Hyun Joong yang seperti prince itu merilis single dalam album solonya yang berjudul  Break Down”celoteh mbak penjaga toko. Promosi nich ceritanya!
“Iiich Mbak ketinggalan, aku mah dah tahu atuh. Tapi coba aku lihat donk mbak” pinta Aya sambil menunjuk majalah yang dimaksud kepada mbak penjaga toko yang segera mengambilkannya. Aaahh … Oppa, kamu cute banget sich jadi orang. Bikin Aya jadi Speachleess. Baru lihat gambar oppa aja udah histeris gini, apalagi kalau ketemu langsung. Bisa-bisa Aya pingsan di tempat. Gumamnya lirih. Namun mbak penjaga toko yang sedari tadi memperhatikan tingkah polahnya hanya tersenyum.
“Berapa mbak?” Tanya-nya.
“Delapan belas ribu” jawab mbak penjaga toko sambil membawa majalah yang dimaksud untuk di bungkus.
Dirogohnya saku jaket pemberian kak Vira waktu ultah ke 16 tahun. Ia sodorkan selembar uang 20.000an, setelah menerima kembalian, ia segera bergegas menuju motornya yang terparkir manis di depan toko untuk kemudian melaju pulang kerumah. Sudah tak sabar ingin memandang gambar Yesung sepuasnya.
            “Beli majalah lagi?”Tanya kak vira, menghampiri adik semata wayangnya di kamar yang sedang asyik membolak-balik majalah remaja.
“Kamu beli majalah pasti karena covernya Yesung, iya kan?” Tanya-nya lagi, gemas melihat adik semata wayangnya ini.
“Iiiich , kakak sekarang alih profesi jadi paranormal ya, kok tau?” goda aya, meniru andre taulani yang biasa di saksikannya dalam salah satu acara di TV swasta.
“Aya, bulan ini kiriman dari ayah dan ibu terlambat. Harusnya kamu bisa berhemat. Jangan hanya karena cover-nya Yesung lantas kamu harus membelinya”Nasihat kak Vira. Namun seperti biasa, masuk di telinga kiri keluar ditelinga kanan. “kamu kan juga sudah punya banyak gambarnya”lanjut kak vira sambil mengedarkan pandangan pada poster-poster cute Yesung yang terpampang manis di dinding kamarnya
“Iya kak, nggak lagi dech. Ini yang terakhir”ucapnya, ragu. Ia tak yakin akan hal itu, apalagi kalau sudah berhubungan dengan Yesung oppa kesayangannya.
Kak vira hanya menghela nafas pelan, tak yakin. Ia segera berbalik menuju kamarnya di sebelah kamar Aya, masih ada tugas kuliah yang belum ia selesaikan. Setelah bayangan kak vira menghilang dari balik pintu, Aya termenung. Terkadang ia merasa kasihan dengan kakak yang sangat dikasihinya itu. Tak jarang uang jatah kakaknya harus berkurang untuk kebutuhan dirinya, padahal kebutuhan kakaknya sebagai mahasiswi jauh lebih besar.  Ia tinggal dengan kakaknya di bandung sudah 2 tahun, menempati rumah peninggalan kakek neneknya. Tapi kakaknya sudah 5 tahun tinggal di situ, berhubung di Jakarta Aya tak ada yang mengurus karena kesibukan orang tuanya, ia akhirnya di pindahkan ke Bandung bersama kakaknya yang sebentar lagi wisuda tersebut.
“Oppa, Aya kasihan sama kak vira. Tapi gimana lagi, Aya kan gak mungkin menyia-nyiakanmu di toko buku dan nanti di beli orang lain” gumam Aya pada gambar yang sedang berpose tersenyum menatap dirinya.
                                                                        ∞∞∞
“Ay .. Aya .. katanya tanggal 23 nanti Suju mau datang ke Jakarta lho. Kamu nonton gak? Kan sekalian pulang “ cerita Alma, sahabatnya pagi itu.
“oh ya? Pengen banget melihat Yesung Oppa dari dekat” Angannya melayang ke gelora bung Karno, lalu melompat ke pesawat tujuan korea, melesat di bandara incheon dan berhenti di kelas XI PJ 1 “Selamat pagi anak-anak, sudah siap hari ini ulangan matematika bab matriks” Suara bu Shinta bergema di gendang telinga, menyadarkannya untuk segera kembali ke dunia nyata. Whaaaat … Matematika?? Hatinya bergolak. Walau sudah tahu akan ulangan, tapi yang namanya matematika baru disebutkan namanya saja sudah mampu membuat perut aya mual-mual. Akhirnya dengan segala keterpaksaan, ia mengerjakan ulangan pagi itu.
            “kamu pulang ke Jakarta donk, lihat konser Suju?” Tanya Dira, ketika mereka sedang menikmati siomay pak ridwan di kantin sekolah.
“Pengennya gitu, apalagi ini kesempatan langka. Tapi pasti ayah sama ibuku gak akan ngebolehin” ujarnya memelas.
“Loch, kenapa?”sahut alma.
“Aku kan anak cewek, sementara kalau di tempat konserkan seperti itu tempatnya. Tau sendiri kan? Ya kalau dapat tempat duduk di depan, kalau nggak ya harus rela desak-desakan di belakang. Udah gitu tiketnya pasti mahal, gak maulah orang tuaku ngasih uang hanya untuk nonton konser kayak gitu” ceritanya, sedih. Semua terdiam, aya jadi tak berselera sama siomay yang tadinya menggoda selera.
             “Nggak boleh! Kamu kan nggak ada libur sekolah ay, ayah sama ibu pasti gak akan ngasih izin” ujar kak vira ketika di utarakan maksudnya untuk pulang ke Jakarta. Aya semakin ciut nyali untuk bisa menyaksikan langsung idolanya.
                                                                                    ∞∞∞
            Malam ini konser Super Junior sedang berlangsung di Gedung Gelora Bung Karno, Aya sayu menatap layar teve yang menayangkan sinetron di salah satu teve swasta. Sayang banget, konsernya gak di shooting di teve. Batinnya sedih.
“Aya, kalau kamu ingin ketemu langsung Yesung, tidak sekedar melihatnya tapi juga bisa ber say hello, kamu harus rajin belajar. Kalau kamu pintar, kamu bisa keliling asia, ke korea jepang bahkan seluruh dunia. Tidak hanya ketemu Yesung, tapi siapa saja yang kamu mau” ujar kak vira sambil membelai lembut rambut adik kesayangannya itu. Meskipun mereka hanya terpaut 5 tahun, tapi kak vira sudah seperti ibu bagi aya. Bahkan aya lebih dekat dengan kakaknya daripada kedua orangtuanya. Aya bergeming di pangkuan kakaknya, matanya terpejam merenungkan apa yang disampaikan kakaknya barusan. Hatinya galau.
            “Aya …” panggil seseorang. Aya menoleh mencari sumber suara”. deg!! Ia merasa jantungnya berhenti berdetak. Oppa??? Gumamnya lirih, ragu akan yang di ucapkannya. Si empunya suara hanya ,mengangguk  dan tersenyum seolah mendengar apa yang di ucapkan aya barusan. Bising suara yang tadi memenuhi gelora bung karno itu kini seakan tak terdengar lagi. “Yesung oppa???” ulang aya, menyakinkan apa yang ada di hadapannya saat ini. Orang itu lagi-lagi hanya mengangguk, aya langsung menyongsong dan memeluknya. “oppa, aya kangen sama oppa. Oppa, saranghae” ucapnya, tak terasa pipinya telah basah dan matanya terasa panas, di hatinya tiba-tba ada bunga yang tiba-tiba bermekaran indah seperti korea tatkala di musim semi tiba. Aya memandang dengan haru lukisan wajah di depannya yang selama ini memenuhi setiap celah tembok kamarnya. Yesung hanya tersenyum lalu beranjak pergi. Sebelum bayangnya hilang di telan kerumunan orang, aya sempat menangkap bibirnya mengucapkan “see you again” aya hanya tersenyum melihatnya. Di lihatnya juga donghae, eunhyuk, ryeowook dan member suju lainnya juga, mereka pergi menuju sinar yang tiba-tiba menyilaukan matanya. “auuwww …” teriaknya silau.
            “kamu mimpi ya”Tanya kak vira sambil menyibak jendela ruang keluarga. Cahaya matahari yang sudah sepenggalah itu masuk lewat celah-celah yang tercipta di setiap sudut jendela. Aya segera beranjak , ternyata Cuma mimpi. Tapi kok aneh sekali, ketemu sama yesung! Aya tersenyum melihat kakaknya. “kak viraaaa ….” Songsongnya menghampiri kakaknya lalu memeluknya. “hehey … ada apa ini dengan adik kakak yang cantik?” aya hanya tersenyum, semakin mengeratkan pelukannnya.
            Oppa, walaupun aku tidak bisa melihat langsung oppa tadi malam. Tapi aya senang, justru oppa yang menemuiku walau itu hanya dalam mimpi yang menghiasi tidur aya. Benar kata kak vira, aya harus rajin belajar dan jadi orang sukses untuk bisa bertemu oppa, seperti yang oppa bilang tadi malam “see you again” aku akan bertemu denganmu oppa, that one day. Lalu kita bersama mengunjungi jeju island, menikmati kimchi , mencoba memakai handbook dan masih banyak hal lain yang ingin kulalui … bersamamu …. Yesung oppa!!