Happy B'Day Mom!!

Inilah sekolahku tercinta, tampak depan. itu gapura masuk ..

Udara dingin sisa hujan semalam benar-benar terasa menusuk melewati celah pori-pori kulit. Gerbang megah bertuliskan “Standarized International School” dan patung warok serta jatil di kanan kirinya semakin menambah kesan megah padanya. Warna tembok yang berdominan hijau langsung menyambutku ketika aku memasuki gerbang SMKN 1 Ponorogo, salah satu sekolah kejuruan yang terletak di jantung kota reog Ponorogo. Sebelah kanan lapangan yang juga sering di gunakan untuk bermain basket serta voli ini berdiri sebuah mini market kepunyaan SMEZAPO  -julukan sekolahku-, yang merupakan tempat anak-anak penjualan praktek kerja lapangan, bangunan di atas minimarket ada gedung BTC yang berfungsi sebagai aula sekolah. Melangkah kedalam, maka akan menemukan sebuah taman kecil yang memisahkan ruang TU dengan ruang kelas. Lalu tempat parker berada di depan dan belakang gedung bertingkat 3. Gedung paling belakang sendiri paling bawah dekat kantin, disitulah kelas XI Tata Niaga 1, kelas tercintaku yang langsung berhadapan dengan tempat parker dan berseberangan dengan ruang guru. Meskipun begitu kami masih sering sekali membuat gaduh ketika sedang tidak ada guru. Siswa di kelasku semuanya cewek, sehingga taulah kalau sedang tidak ada guru bagaimana. Tapi yang pasti kami selalu kompak, kelas kami punya julukan tersendiri yaitu STANIZA, singkatan dari Sebelas Tata Niaga Satu.

“Selamat pagi ...” sapa Fatia riang, teman sebangku yang sangat fashionable, setiap aku berjumpa dengannya pasti sedang meyisir rambut atau berkaca. Aku tersenyum lalu menuju ke bangku sebelahnya. Kami sebangku sejak kelas satu, tapi kami begitu kontras. Dia sangat menjaga penampilan, sedangkan aku agak cuek.
“Gimana rencana nanti?” Tanya wulan yang duduk di pojok belakang.
“Beres ..!”sahutku mantap. “udah beli kan?”
“Siipz ..” sahut wulan.
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Mia dan Septi baru datang ketika Bu Shinta sudah masuk kelas, alhasil mereka harus menjalani hukuman dengan mengerjakan 10 soal matematika di papan tulis. Dengan terpaksa dan tampang lesu mereka maju ke depan sebelum omelan selanjutnya di terima. Kegiatan Belajar Mengajar pun berlangsung seperti biasa.
            Pada jam pelajaran terakhir ada ulangan PT (Peralatan Transaksi), yang merupakan pelajaran produktif di jurusan Tata Niaga atau sering disebut dengan Penjualan, pemasaran, perdodolan dan marketing itu. Dulu jurusan Tata Niaga atau Penjualan namanya Managemen Bisnis, tapi kemudian berganti nama menjadi Tata Niaga.
Anak-anak mulai menjalankan suatu rencana yang sudah kami rencanakan dengan apik sejak kemarin. “OK! Waktu Habis. Kertas jawaban di kumpulkan.” Ujar bu Weny, yang juga wali kelas kami. Kami segera bergegas kedepan untuk mengumpulkan. Mata indahnya terbelalak ketika memeriksa hasil ulangan kami, kami sekelas sudah sepakat bahwa di setiap akhir jawaban harus menuliskan 1 kalimat “Happy Birthday, Mom” begitu pun jawaban selanjutnya. Hari ini tanggal 27 februari yang merupakan bertepatan dengan ulang tahun beliau. Beliau tersenyum , pendar-pendar haru begitu terlihat di wajah menjelang tuanya. Memandang kami, tapi kami dengan tampang tak berdosa seolah tak ada apa-apa.
“Terima kasih. Silakan Berdoa” perintah beliau.
Wulan segera memimpin doa, setelah itu seperti biasa sebelum pulang kami bersalaman dulu. Tapi tiba-tiba terjadi kepanikan ketika septi sang ketua kelas tiba-tiba pingsan ketika akan bersalaman dengan bu Weny. Semua jadi panik, dan menggotongnya ke bangku. Tapi tiba-tiba ….
“Happy Birthday to you … happy birthday to you” aku maju kedepan membawa sebuah kue tart coklat besar yang di iringi nyanyian selamat ulang tahun dari teman-teman. Bu weny melongo, kemudian menengok septi yang tiba-tiba bangun dari pingsannya. Beliau terlihat menitikkan air mata dan memeluk kami satu persatu. Setelah acara tiup lilin lalu dilanjutkan dengan makan kue bersama. Ternyata kehebohan di kelas kami ini menarik perhatian dari anak-anak kelas sebelah dan para guru yang sedang berada dikantor, sehingga mereka menuju kelas kami dan hanya geleng-geleng kepala.  Kelas XI TN 1 hari ini benar- benar ramai sekali. Aku tersenyum senang menyaksikan kebahagiaan yang terpancar dari mata teman-teman serta wali kelas kami tercinta. Kenangan yang tak terlupakan, semoga ini selamanya.
“Pulang yuk. Misi kita sudah selesai” ajak septi. Aku mengangguk, mengikuti langkahnya. Mentari siang ini begitu cerah, secerah hati dan senyum kami.